Once we have
a gadget, then we must have some improvement in our life. Sure, we buy it with
a lot of money or maybe our parent’s money. But, that expensive price of our gadget,
that luxury brand of our gadget, and also that beauty design of our gadget,
must be compared with it’s useful.
Sambil membaca, pikirkan hal-hal yang positif dan kabar baik. Seperti: ______ *tercantum di Al Qur'an*
Rabu, 23 Oktober 2013
Kamis, 10 Oktober 2013
Selamat Ulang Tahun, BAPAK
ada kalanya aku mengingat ingat saat dimana waktu itu mungkin pukul 2 malam,
sepi, hanya suara binatang malam bersahutan.
aku terjaga,
kulihat lampu di ruang tengah itu menyala,
rupanya
sepi, hanya suara binatang malam bersahutan.
aku terjaga,
kulihat lampu di ruang tengah itu menyala,
rupanya
Minggu, 16 Juni 2013
Contoh Dialog Bahasa Inggris 4 Orang (idiom underlined)
A and B is going together to the school canteen.
A: I think we should sit in there.
B: Of course. You name it.
A: I wish you keep in mind that today you wanna
Contoh Kasus Bimbingan Konseling (BK)
DESKRIPSI KASUS 1
Jojon (bukan namasebenarnya) adalah
siswa SMU Favorit Purwakarta yang barusan naik kelas II. Ia berasal dari
keluarga petani yang terbilang cukup secara sosial ekonomi di desa pedalaman 17 km di luar kota Purwakarta, sebagai anak
pertama semula orang tuanya berkeberatan setamat SLTP anaknya melanjutkan ke
SMU di Purwakarta; orang tua sebetulnya berharap agar anaknya tidak perlu
susah-sudah melanjutkan sekolah ke kota, tapi atas bujukan wali kelas anaknya
saat pengambilan STTB dengan berat merelakan anaknya mel
Minggu, 18 November 2012
Di antara suara riuh - riuh di kejauhan sana, terlihat aku, berdiri di sana, tak mampu menggerakkan 1 inchi pun kakiku. mematung. Sementara awan hujan di sisi langitku. Bertengger sigap tuk menginvasi dengan butiran -butiran hujan. Sungguh tak ada suka cita di sana. Aku terlalu terpaku dalam kesendirian itu, aku tak dapat berbuat, tak dapat berteriak, tak dapat menghela nafas panjang tuk sedikit merilekskan semua derita ini.
Sungguh sejatinya aku menderita, namun tak merasakan apa - apa. Aku tersakiti oleh rasa hampa ini. Mungkin biarlah badai menyapu seluruh tanah ini. Baiknya aku luruh sekalian, terhempas, sampai akhirnya menabrak karang, akan sangat indah kalau aku bisa merasakan sakit, kemudian tersenyum. Merasakan jiwa dan perasaan bahwa ini sungguh benar ada.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sisi lain aku tertawa, menghembus nafas sepanjang paru - paruku mampu menahannya. Di sekitarku terdapat siluet - siluet kebahagiaan yang melayang - layang mengelilingiku. Aku melihat banyak cinta, keluarga, persahabatan, bahkan aku rela mati agar semua itu tetap ada. Kujaga dengan seluruh hidupku, aku bukan apa - apa tanpa mereka.
Awan hujan turut datang. Dia mampir dengan penuh kehangatan. Kemudian membasahinya dengan hujan. Hujannya manis, kurasa. Bulir - bulir air yang jatuh itu bagiku semacam nominal jumlah rasa terima kasihku atas semua ini. Tak terhitung. Memang benar, tak terhitung. Mungkin ini adalah sebuah penjelasan mengenai arti kebahagiaan itu. Mungkin aku akan kaku, akan mati, tapi takdir tak dapat menjelaskan bahwa kematian adalah akhir dari segala kebahagiaan.
----------------------------------------Fin--------------------------------------------------------------------------
(dibuat di pagi yang cerah, saat itu belum sarapan)
Sungguh sejatinya aku menderita, namun tak merasakan apa - apa. Aku tersakiti oleh rasa hampa ini. Mungkin biarlah badai menyapu seluruh tanah ini. Baiknya aku luruh sekalian, terhempas, sampai akhirnya menabrak karang, akan sangat indah kalau aku bisa merasakan sakit, kemudian tersenyum. Merasakan jiwa dan perasaan bahwa ini sungguh benar ada.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sisi lain aku tertawa, menghembus nafas sepanjang paru - paruku mampu menahannya. Di sekitarku terdapat siluet - siluet kebahagiaan yang melayang - layang mengelilingiku. Aku melihat banyak cinta, keluarga, persahabatan, bahkan aku rela mati agar semua itu tetap ada. Kujaga dengan seluruh hidupku, aku bukan apa - apa tanpa mereka.
Awan hujan turut datang. Dia mampir dengan penuh kehangatan. Kemudian membasahinya dengan hujan. Hujannya manis, kurasa. Bulir - bulir air yang jatuh itu bagiku semacam nominal jumlah rasa terima kasihku atas semua ini. Tak terhitung. Memang benar, tak terhitung. Mungkin ini adalah sebuah penjelasan mengenai arti kebahagiaan itu. Mungkin aku akan kaku, akan mati, tapi takdir tak dapat menjelaskan bahwa kematian adalah akhir dari segala kebahagiaan.
----------------------------------------Fin--------------------------------------------------------------------------
(dibuat di pagi yang cerah, saat itu belum sarapan)
Langganan:
Postingan (Atom)
