Senin, 20 April 2015

QUIZ Curriculum Development (CUDEV) Sebelum UTS


 

1.       What is curriculum (based on 2 experts)?

Kerr defines curriculum as, "All the learning which is planned and guided by the school, whether it is carried on in groups or individually, inside or outside of school."

QUIZ TEFL Sebelum UTS


TEFL

1.       Teacher should learn history of teaching because..

Rabu, 11 Maret 2015

Situational Language Teaching (Indonesian Version)


SITUATIONAL LANGUAGE TEACHING (SLT)

A.    Pendahuluan
          
SLT adalah istilah tidak umum digunakan saat ini, tetapi merupakan pendekatan yang dikembangkan oleh British diterapkan ahli bahasa di tahun 1930-an sampai 1960-an, dan yang berdampak pada pendidikan bahasa yang bertahan masih digunakan hari ini (Richards & Rogers, 1986 ).
          Pendekatan
oral (Lisan) dan SLT mengacu pada pandangan structure. Penguasaan berbicara dan struktur yang terlihat menjadi dasar bahasa dan, khususnya, kemampuan berbicara.

B. Teknik SLT
1. Kontrol Kosakata
Kosakata dipandang sebagai komponen penting untuk membaca
tingkat kemampuan. Yang kedua adalah pada kemampuan membaca.
2. Kontrol Grammar
Juga fokus pada konten gramatikal pendidikan bahasa. Telah diyakini bahwa analisis bahasa Inggris dan klasifikasi struktur gramatikal utamanya dalam pola kalimat (atau tabel situasional) dapat digunakan untuk membantu peserta didik untuk menginternalisasikan aturan dan struktur kalimat.

Karakteristik  Utama
dari Pendekatan SLT
          Pengajaran bahasa dimulai dengan bahasa lisan. Bahasa target adalah bahasa
yang digunakan di kelas. Bahasa baru diperkenalkan dan berlatih secara situasional. Prosedur seleksi kosakata diikuti untuk memastikan bahwa layanan umum kosakata penting telah dikuasai. Items tata bahasa yang dinilai mengikuti prinsip bahwa bentuk-bentuk sederhana harus diajarkan sebelum yang kompleks.

D. Bagaimana SLT
masuk kriteria di tingkat pendekatan, desain, dan prosedur?
1. Pendekatan
a.
Teori Bahasa
          Pandangan Struktural
dari ilmu bahasa adalah pandangan Oral Approach (Pendekatan Lisan) dan SLT. Berbicara lisan  dipandang sebagai dasar bahasa dan struktur sebagai jantung dari kemampuan berbicara.
b. Teori belajar
          Teori belajar yang mendasari
SLT  adalah kebiasaan, lebih memerhatikan proses daripada kondisi pembelajaran. Ini mencakup prinsip-prinsip berikut:
- Belajar bahasa adalah
tentang pembiasaan.
- Kesalahan adalah buruk dan harus dihindari, karena membuat kebiasaan buruk.
- Kemampuan bahasa lebih efektif jika mereka disajikan secara lisan
dahulu, kemudian dalam bentuk tertulis.
- Arti dari kata-kata dapat dipelajari hanya dalam konteks bahasa dan budaya.

2. Desain
a. Tujuan
- Mengajarkan
praktek empat keterampilan dasar bahasa, melalui struktur.
- Akurasi
dalam pengucapan dan tata bahasa.
- Kemampuan untuk merespon dengan cepat dan akurat
saat berbicara.
-
Mampu mengontrol structure dasar dan pola kalimat
b. Silabus
SLT menggunakan silabus struktural dan daftar kata, di mana structure selalu diajarkan dalam kalimat, dan kosa kata yang dipilih sesuai pola kalimat yang akan diajarkan.
c. Jenis kegiatan belajar mengajar
SLT memakai pendekatan situtational menghadirkan cara pola kalimat dan berlatih melalui praktek.
Dengan situasi (Pittman) berarti penggunaan:
- Benda
Utuh
- Gambar
- Realia
-
Yang dengan tindakan nyata dapat digunakan untuk menunjukkan makna dari item bahasa baru.
d. Peran materi pembelajaran
SLT tergantung pada:
- Textbook: Berisi pelajaran tentang struktur gramatikal yang berbeda
-beda.
- Alat bantu visual:
Bisa dibuat oleh guru atau didapat dari komersial. Mereka terdiri atas tabel grafik, flashcards, gambar dan sebagainya.
e. Peran pelajar
Pada tahap awal
, pelajar hanya diharuskan untuk:
- Dengarkan dan ulangi apa yang guru katakan
- Menanggapi pertanyaan dan perintah
f. Peran guru
- Dalam presentasi, guru berfungsi sebagai model (pengatur situasi)
- Lalu ia menjadi seperti
pembimbing terampil.

3. Prosedur.
Prosedur
dari SLT meliputi:
- Prosedur yang
berawal dari praktek structure terawasi menuju praktek structure bebas.
- Prosedur yang
berawal dari praktek pola kalimat lisan menuju penggunaan spontan saat berbicara, membaca dan menulis.
Pengajaran SLT akan dimulai dengan word stress dan intonation. Kemudian inti utama pelajaran terdiri dari:
- Pengucapan
- Revisi (untuk mempersiapkan
praktek lainnya)
- Presentasi
dari struktur atau kosakata baru
- Praktek oral (
latihan lesan)
- Membaca materi pada struktur baru, atau latihan
tertulis.

E. Kegiatan
yang sesuai metode
1. Kegiatan Pertama:
Para siswa harus mengatakan kalimat yang tepat untuk merepresentasikan sebuah gambar. Mereka harus mengatakan
secara langsung apa maksud gambar tersebut.
Contoh:
Siswa mengatakan:
- Kemarin itu cerah dan hari hujan.
- Ada sebuah buku dan ada dua siswa.
- Dia makan mie.
- Mereka coocking buah.
2. Kegiatan Kedua:
Guru akan menunjukkan beberapa gambar dan guru akan mengatakan
hal yang terjadi dalam gambar. Para siswa harus mampu mengulang kalimatnya setidaknya 2 kali.
F. Kelebihan & Kekurangan
1. Keuntungan
- Cocok untuk pengenalan bahasa.
- Pr
aktek lisan tanpa resiko.
- Sebuah metode
yang tepat jika guru memiliki kurikulum yang baik.
- metode yang tidak memerlukan banyak
orang
- metode yang baik jika kita menggunakannya dalam mengajar pengucapan atau kosakata
- penekanan kuat pada praktek, tata bahasa dan pola kalimat lisan


2. Kerugian
-
Sifat pengajaran guru yang membosankan, tidak yakin bahwa guru memberi peran besar.
- Siswa tidak memiliki kontrol atas isi pembelajaran. Dia diperlukan hanya untuk mendengarkan dan mengulangi apa yang guru katakan dan untuk menanggapi pertanyaan dan perintah.
- Metode ini tidak memperhitungkan karakteristik dasar bahasa yaitu kreativitas dan keunikan kalimat individual.


G. Kesimpulan
          SLT penekanan pada praktek lisan, tata bahasa dan pola kalimat, sesuai dengan intuisi dari banyak guru bahasa dan menawarkan metodologi praktis cocok untuk negara-negara di mana nasional EFL / ESL tata bahasa berbasis terus digunakan secara luas.

 

Situational Language Teaching (English Version)


Situational Language Teaching

 

A. Introduction

          Situational language teaching is a term  not commonly used today, but it is an approach developed by British applied linguists in the 1930s to the 1960s, and which had an impact on language courses which  survive in some still being used today (Richards & Rogers, 1986).

          The Oral Approach and Situational Language Teaching relied on the structural view of language. Both speech and structure were seen to be the basis of language and, especially,  speaking ability.

 

B. Technique of Situational Language Teaching (SLT)

1.  Vocabulary control   

Vocabulary was seen as an essential component for reading proficiency. The second emphasis was on reading skills.

2.  Grammar control

Also the interest was focus on the grammatical content of a language course. It has been believed that an analysis of English and a classification of its principal grammatical structures into sentence patterns (or situational tables) could be used to assist learners to internalize the rules and sentence structures.

 

C. The Main Characteristics of the Approach

          Language teaching begins with the spoken language. The target language is the language of classroom. New language points are introduced and practice situationally. Vocabulary selection procedures are followed to ensure that an essential general service vocabulary is covered.Items of grammar are graded following the principle that simple forms should be taught before complex ones.

 

D. How can SLT be characterized at the levels of approach, design, & procedure?

1.  Approach

a.  Theory of language

          The Structural view of language is the view behind the Oral Approach and Situational Language Teaching. Speech was viewed as the basis of language and structure as being at the heart of speaking ability.

b.  The theory of learning

          The theory of learning underlying Situation Language Teaching is behaviorism, addressing more the processes, than the conditions of learning. It includes the following principles:

-    Language learning is habit-formation.

-    Mistakes are bad and should be avoided, as they make bad habits.

-    Language skills are learned more effectively if they are presented orally first, then in written form.

-    The meanings of words can be learned only in a linguistic and cultural context.

 

2.  Design

a.  Objectives

-    Teach a practical command of the four basic skills of a language, through structure.

-    Accuracy in both pronunciation and grammar.

-    Ability to respond quickly and accurately in speech situations.

-    Automatic control of basic structures and sentence patterns

b.  The syllabus

Situational Language Teaching  used a structural syllabus and a word list, where the structures are always taught within sentences, and vocabulary is chosen according to how well it enables sentences patterns to be taught. 

c.  Types of learning and teaching activities

Situational  Language Teaching employs a situtational approach to presenting new sentence patttern and drill-based manner of practicing them.

By situation (Pittman) means the use of:

-    Concrete objects

-    Pictures

-    Realia

-    Wich together with actions gestures can be used to demonstrate the meanings of a new language items.

d.  The role of instructional material

Situational Language Teaching is dependent upon:

-    Textbook: Contains organized lessons planned about different grammatical structures.

-    Visual aids: They are produced by the teacher or commercially produced. They consist on wall charts, flashcards, pictures and so on.

e.  Learner roles

In the initial stages the learner is required simply to:

-    Listen and repeat what the teacher says

-    Respond questions and commands

f.  Teacher roles

-    In the presentation stage the teacher serve as a model (setting up situations)

-    Then he becomes like the skillful conductor.

 

3.  Procedure

Typical procedure in Situational Language Teaching include:

-    Procedures that move from controlled to freer practice of structures.

-    Procedures that move from oral use of sentence patterns to their automatic use in speech, reading and writing.

A typical situational Language Teaching lesson would start with stress and intonation practice. Then the main body of the lesson might consist of:

-    pronunciation

-    revision (to prepare for new work if necessary)

-    presentation of new structure or vocabulary

-    oral practice (drilling)

-    reading of material on the new structure, or written exercises.

 

E. Activity representing the method

1.  First activity:

The students should say sentences representing that they can see in the pictures. They have to say immediately what the picture represent.

Example:

The student said:

- Yesterday it was sunny and today it’s raining.

- There is a book and there are two students.

- She was eating noodles.

- They were coocking fruit.

2.  Second activity:

The teacher will show some images to the student and the teacher will say the action that is happening in the pictures. The students have to repeat that at least 2 times.

F. Advantages & Drawbacks

1.  Advantages

-    Suitable for introduction to the language.

-    Oral production without risk.

-    An accessible method for teachers if they have good curriculum.

-    Is a method that does not requires many resources

-    Is a good method if we use it in teaching pronunciation or vocabulary

-    Its strong emphasis on oral practice, grammar and sentence patterns conform to the intuitions of many practically oriented classroom teachers.

 

 

2.  Drawbacks

-    A boring teacher who is not sure about he's teaching

-    The learner has no control over the content of learning. He is required simply to listen and repeat what the teacher says and to respond to questions and commands.

-    This method do not account for the fundamental characteristic of language namely the creativity and uniqueness of individual sentences.

 

 

G. Conclusion

          SLT emphasis on oral practice, grammar and sentence pattern, conform to the intuitions of many language teachers and offer a practical methodology suited to countries where national EFL/ESL syllabuses continue to be grammatically based it continues to be widely used.